Suatu kali aku ditanya dan diminta pendapat, “Apakah dia cantik?” Kujawab, “Tidak.” Lalu kulanjutkan jawabanku, “Dia tidak cantik, tapi sok cantik.”
Saya sadar, jawaban yang jujur itu pasti menyakitkan, jika terdengar oleh yang bersangkutan. Itulah sebabnya, jawaban dan pendapat diberikan kepada orang kedua, itu juga, karena ditanya.
Dihadapan yang bersangkutan, jawaban dan pendapat kita pasti berbeda, jikalau ada jawaban dan pendapat yang jujur itu pasti, karena kita sudah akrab dengan yang bersangkutan.
Sejatinya orang cantik itu tidak hanya dilihat pada parasnya saja, tapi hatinya, jiwanya, rohnya, sikapnya, sifatnya… Hal itu juga hanya bisa dirasakan oleh mereka yang sudah akrab, dekat, dan mengenalnya.
Soal sok cantik itu hanya pendapat, karena hanya melihat dengan mata lahiriah saja. Hal itu langsung merujuk pada paras; wajah.
Kita yakin, sebenarnya tidak ada seorang pun yang mau dikatakan tidak cantik oleh orang lain. Karena itu izinkan dia yang menilai diri sendiri.
Coba ambil saja cermin dan katakan sendiri, “aku cantik atau sok cantik.”
Soal penilaian dari orang lain, jika tidak kamu ketahui, pasti aman-aman saja, dan tidak usah kamu marah atau tersinggung, karena kamu tidak tahu!
Rm. Petrus Santoso SCJ

