“Beauty doesn’t last forever, but a beautiful personality does.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Mau cakep dan cantik itu mempunyai masalah yang tidak sedikit. Menjadi orang yang pas-pasan, bahkan tergolong kurang menarik, juga mempunyai masalah sendiri.
Sesungguhnya, baik orang yang mempunyai wajah cakep, cantik, atau jelek itu harus disyukuri. Karena cakep dan cantik itu hanya kondisi dan bonus yang diterima di dunia ini. Percayalah apa pun yang di dunia ini pasti ada akhirnya.
Orang tertawa itu ada berhentinya. Orang menangis itu ada akhirnya. Orang bahagia itu ada sedih dan susahnya. Apa pun kondisi yang kita miliki, lebih baik disyukuri. Digunakan dan dimanfaatkan secara maksimal, karena di situlah kita diberi kelebihan.
Cakep dan cantik itu bersifat sementara, paling bertahan puluhan tahun. Setelah itu jadi keriput, tua, dan rambut juga memutih. Namun sayang banyak di antara kita yang mengingkari dan menolak kenyataan itu. Sehingga orang yang berhidung pesek dibuat jadi mancung, rambut yang putih dicat hitam, bahkan warna-warni. Tubuh yang gemuk disedot lemaknya agar jadi langsing. Wajah yang keriput ditotok dan perawatan kulit agar terlihat trendy.
Uang ratusan juta rupiah rela dikeluarkan demi terlihat awet muda dan keren. Padahal, baik cakep, ganteng dan cantik itu bakal berakhir dan sirna.
Alangkah bijak, jika anugerah Allah itu disyukuri. Merawat dan mempercantik diri itu boleh dan sewajarnya. Tapi jiwa ini jauh lebih berharga daripada keindahan tubuh kita.
Jangan pelit untuk jiwa yang jauh lebih berharga. Untuk raga, phisik saja kita murah hati, sehingga rela mengeluarkan uang hingga ratusan juta rupiah.
Semoga kita pun tidak pelit untuk membiayai jiwa yang jauh lebih berharga dibandingkan tubuh ini.
Berbagi dengan murah hati dan perbuatan amal kasih adalah sarana yang tepat untuk memantaskan jiwa di hadapan-Nya.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

