| Red-Joss.com | Tulisan ini saya buat untuk memenuhi kegelisahan hati saya setiap kali baca tulisan Yohanes 8: 11. Saya selalu terngiang kata-kata Yesus kepada wanita yang kedapatan berzinah itu… Jawabnya: ”Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: ”Aku pun tidak menghukum engkau. Pergi, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”
Tokoh Yesus waktu itu berada di antara orang-orang yang memiliki kekuatan sangat besar, bahkan hidup mati seseorang dan sosok wanita lemah tak berdaya yang diseret dan digusur dari keberadaannya, karena dinilai sebagai sampah masyarakat.
Bagaimana ya, sebagai murid-murid Yesus kita mereproduksi sikap altruisme-Nya itu?
6 Mei lalu, adalah peringatan hari ulang tahun Romo Mangunwijaya, splendor veritatis, yang hidupnya penuh warna-warni pelangi perjuangan pemerdekaan manusia. Ia adalah seorang rohaniwan, pejuang Hak Asasi Manusia, arsitek dan sastrawan serta penulis. Salah satu karya arsitektural yang dilakukan secara partisipatif bersama warga adalah hunian di bantaran Kali Code. Proyek tersebut memenangkan penghargaan Aga Khan.

Siapa masyarakat Code yang dibela mati-matian oleh Romo Mangun? Kampung Code adalah permukiman ‘hitam’. Isinya penjahat, PSK, pemulung, anak-anak jalanan. Kampung Code terancam digusur karena sebuah konsep “greenbelt” yang digadang pemerintah (dan akademisi) pada waktu itu. Romo Mangun sempat membuat surat terbuka. Dia menolak keras penggusuran di Kali Code. Tertanggal 25 Maret 1985. Dimuat di koran Kedaulatan Rakyat. Romo Mangun juga melakukan mogok makan. Romo Mangun ingin menapak-tilas jejak Yesus, seperti dalam tulisan Yohanes bab 8 yang melawan kekeradan dengan metode nirkekerasan. Dia bertekad untuk berpuasa, apabila penggusuran tetap dilakukan.
Motif Romo Mangun merangkul golongan yang disebut sebagai sampah masyarakat kala itu, murni motif iman. Bukan agama, bukan kristenisasi tapi iman. Karena ia sama sekali tidak meminta masyarakat Code menjadi Katolik, sama dengannya. Motif yang masih begitu sulit untuk kita pelajari dan replikasi sendiri, adalah religiusitas beliau itu. Ia melakukannya karena imannya.
Terima kasih Romo splendor veritatis, abdi Yesus yang selalu dikenang oleh rakyat kecil.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.