Kita tidak harus bingung dan sulit untuk menentukan pribadi yang jadi teladan bagi hidup beriman. Kita bisa langsung menyebut: Maria. Pribadi ini telah dipilih Tuhan untuk jadi teladan hidup. Banyak hal yang unggul dalam dirinya, adalah ketaatan, kesetiaan dan kesucian hidupnya.
Gereja selalu memohon doa lewat perantaraannya. Kita yang adalah bagian dari Gereja, tidak pernah lupa untuk memohon bantuannya. Bahkan rasanya ada yang kurang, jika dalam sehari tidak menyebut namanya. Karena dia, Bunda Maria mempunyai ruang yang istimewa di hati kita.
Kita bersyukur, karena diizinkan mengenal dan meneladani pribadi yang dipilih Tuhan. Tugas kita adalah memohon perantaraannya untuk mendoakan orang lain.
Disadari atau tidak, Maria telah memilih saya dan dirimu untuk jadi pendoa bagi yang lain. Untuk jadi teladan, sepertinya itu belum. Karena kita masih sama-sama belajar. Belum ada yang berani mengatakan, “hidupku lebih suci dari hidupmu atau hidupku lebih baik darimu.”
Bagi kita, cukup Bunda Maria yang jadi teladan untuk ketaatan, kesetiaan, dan kesucian. Bunda Maria sudah teruji, sedangkan kita masih diuji.
Rm. Petrus Santoso SCJ

