| Red-Joss.com | Di hari pertama bulan ini, 1 Oktober, ada 3 peristiwa penting yang dirayakan: Salam pertama untuk Maria di bulan Rosario ini, Hari Kesaktian Pancasila yang telah kesekian kalinya diperingati, dan dilantiknya wajah-wajah baru DPR, yang menyebut dirinya sebagai Wakil Rakyat.
Tentang para Wakil Rakyat, ada begitu banyak janji yang telah diucap, perseteruan semu yang dipertontonkan, adakah mereka akan setia janji: membela Pancasila sebagai ideologi bangsa dan melindungi rakyat, sebagai pemilik bumi Pertiwi dengan hak-haknya?
Telah jauh-jauh hari, Filsuf Marcus Tullius Cicero (106-43 SM) mengingatkan, “Hostis aut amicus non est in aeternum, commoda sua sunt in aeternum.” Dalam dunia politik (DPR) lawan atau kawan itu tidak ada yang abadi, karena yang abadi itu hanyalah kepentingan. Apa kepentingan mereka? Apakah itu rakyat dan Negara Kesatuan ini?
“O Bunda, Penolong Abadi. Tuntunlah para Wakil Rakyat ini untuk hanya Rakyat sebagai kepentingan mereka, apa pun partainya.”
Harapan rakyat sederhana saja agar anggota DPR yang dilantik hari ini menghayati dan menepati janjinya! Tidak muluk-muluk, tapi hayati dan laksanakan janji itu!
Semua hal indah dimulai dari ‘hati’. Semua hal buruk dimulai dari ‘pikiran’. Maka jangan pernah dibiarkan pikiran buruk itu menguasai hati. Tapi biarkan hati yang baik membersihkan pikiran ini.
“Ende gut alles gut” atau “Qui fini bien… ca c’est bien.” Yang menyelesaikan dengan baik, itulah yang sungguh-sungguh baik. Pohon itu baik atau jelek dilihat dari buahnya.
Semoga buah-buahnya baik.
Salam sehat dan salam Maria.
…
Jlitheng

