Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Anda, saya, kita, laksana sebuah buku kehidupan.”
(Didaktika Hidup)
…
| Red-Joss.com | Sungguh, hidup dan kehidupan anak manusia itu laksana sebuah buku, yang bernama ‘Buku Kehidupan’.
Di sini, tertuang tulisan tentang engkau dan aku, juga tentang kita dan mereka. Semua itu tergores indah di sana. Dideskripsikan di dalam helai-helai lembaran kisah kehidupan ini. Karena kau sendiri yang menulis kisah otobiografi itu.
Jika struktur sebuah buku itu terdiri halaman atau cover depan, lalu di dalamnya terdapat halaman-halaman berisi bab, sub-bab, dan diakhiri dengan halaman atau cover belakang.
Ada pun pada cover depan, akan tertulis nama atau judul buku. Di sana juga akan tertuang tanggal, bulan, serta tahun kelahiran.
Selanjutnya, di dalam buku itu, pada helai-helai berisi kisah kehidupan, terdapat bab pertama atau bab pendahuluan. Di sana, laksana kita membuka gerbang rumah, yang memuat kisah manis di masa balita, remaja, pemuda, dewasa serta masa tua.
Pada bagian paling tengah helai-helai buku itu, pada bab isi, akan termuat suka duka serta tantangan, juga masa jaya kehidupan. Siapakah sesungguhnya yang dideskripsikan pada bagian isi buku ini?
Layaknya struktur sebuah buku, maka pada helai-helai akhir, pada bab penutup, dideskripsikan konklusi isi buku itu. Di sana pun tertulis juga sinopsis hidup dan halaman penutup. Juga tercatat dengan sangat manis, memori akhir hidup ini.
Sejatinya sebuah otobiografi hidup yang memuat totalitas ziarah hidup ini. Siapa, bagaimana, dan mengapa semua itu tercatat di dalam buku hidup ini?
Apakah kelak para pembaca akan menjulukinya, sebagai ‘the best seller’ atau pun sebuah buku picisan? Hal itu tidak penting!
Sesungguhnya, hanya Tuhan, Sang Sumber hidup yang sungguh mengetahui, “Siapakah kita ini?”
…
Kediri, 30 Agustus 2023

