RedJoss.com – Maaf! Jika tidak sependapat, lebih baik tidak perlu berkomentar miring, nyinyir, apalagi negatif. Toh, itu tidak ada yang dirugikan…
Cobalah untuk saling menghargai, menghormati, dan tepo seliro. Jika perlu, kita mawas diri.
Jangan diingkari, kecenderungan kita menilai orang lain negatif itu mencerminkan hidup kita sendiri. Kita lebih mudah melihat kesalahan kecil orang lain, ketimbang melihat balok di mata sendiri.
Pertanyaannya, mengapa kita ingin menyakiti dan menghakimi?
Sekiranya ada teman yang sukses, tidak semestinya iri hati, tapi kita ikut bahagia. Bahkan, kita bisa belajar darinya agar kita juga bisa sukses.
Sekalipun ada teman yang berbuat salah, tidak seharusnya disalahkan dan dihakimi, agar dia tidak merasa semakin bersalah, stres, bahkan bisa jatuh sakit.
Teman yang baik itu mengingatkan, memberi solusi tanpa mengadili, dan selalu siap menolong teman yang susah tanpa diminta.
Kecenderungan menilai negatif orang lain, jika dibiarkan, bakal jadi kebiasaan jelek dan meracuni hati. Akibatnya, hati yang sakit itu menajiskan yang ke luar dari mulut kita, dan itu merusak jiwa.
Ketimbang berpikir negatif terhadap orang lain, lebih bijak kita berprasangka baik dan berpikir positif.
Sifat ingin mengadili, menghakimi, dan sombong itu kita buang jauh dari hati untuk kita ganti dengan sifat mengasihi. Ketika hati ini dipenuhi kasih, hidup kita tentram dan bahagia.
…
Mas Redjo
Tulisan ini pernah ditayangkan di seide.id dengan beberapa pembaruan.

