“Dalam persahabatan kadang pengenalan akan pribadi sahabat akan jadi dasar bagi kita untuk memahami dan mendukung mereka, namun sering pula terjadi, bahwa pengenalan itu jadi dasar bagi kita untuk menolak dan menghancurkan mereka, karena ada sifat cemburu dan iri hati.”
Hal inilah yang terjadi pada Yesus dari para Farisi dan Ahli Taurat; karena cemburu dan iri hati, maka semua kebaikan Yesus tidak pernah dihargai. Sebaliknya mereka selalu mencari alasan untuk menuduh dan mempersalahkan Dia.
Kita diajak untuk merenungkan:
- 1) Tidak perlu mempersoalkan dari mana seseorang itu berasal dan statusnya, tapi fokuslah pada kebaikan yang dilakukannya;
- 2) Dukunglah orang baik siapa pun dia, sehingga kebaikan yang dilakukan akan dirasakan oleh banyak orang;
- 3) Singkirkanlah setiap dengki, iri hati, dan cemburu dari dalam hati dan pikiran ini, sehingga Anda dapat menilai secara positif segala yang terjadi di sekitarmu.
Akhirnya, bila Anda tidak mampu berbuat baik, maka setidak-tidaknya jangan jadi penghalang bagi orang lain untuk berbuat baik.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

