Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Kekristenan itu pertama-tama buka hati, sesudah itu buka dompet”
(Martin Luther)
Tulisan refleksi ini pertama-tama bertujuan agar dalam hidup dan karya ini, kita senantiasa sadar, bahwa tujuan hidup kita ialah demi kebahagiaan dan bukan demi mengumpulkan harta demi meraih kekayaan materi. Bukankah kekayaan materi itu tidak sanggup membahagiakan manusia?
Kotak Persembahan
Mari kita simak dan refleksikan sebuah kisah ilustratif berikut ini dengan saksama!
Di suatu hari, ketiga ekor laba-laba bersua di jalan dan mereka asyik mencurhat tentang “kenyamanan tempat tinggal” mereka masing-masing. Tapi tahukah, di mana sesungguhnya tempat tinggal mereka? Di dalam gedung Gereja.
“Tempat tinggalku sebetulnya enak, yaitu di langit-langit gedung. Tapi kadang-kadang aku kena penggusuran, saat gedung Gereja itu sedang direnovasi.” Demikian tutur si Laba-laba (A).
“O, tempat tinggalku lebih enak lagi, yaitu di bawah mimbar khotbah. Tentu, penggusuran jarang terjadi. Cuma, sering yang sangat menjengkelkan saat si Pengkhotbah bringas mulai memukul-mukul mimbar. Ketahuilah, aku sangat ketakutan,” demikian tutur si Laba-laba (B).
“Kalau begitu, (sambil tersenyum), tempat tinggalku adalah lokasi yang paling nyaman, ya.”
“Di manasih, tempat itu?” sergap(A) dan (B) bersamaan.
“Belum tahu, ya? Di dalam kotak persembahan. Di situ aku hidup tenteram, tanpa gangguan secuil pun. Paling-paling sesekali kotak itu dibuka, tapi segera ditutup kembali, mengapa? Sebab jarang ada isinya.”
Refleksi: “Kekristenan itu pertama-tama buka hati, sesudah itu buka dompet.”
(Setetes Embun bagi Jiwa)
Apa Tujuan Hidup Kita
Sesungguhnya apakah tujuan hidup kita? Apa yang kita cari dan apa pula yang sering diimpikan di dalam hidup yang hanya bersifat sementara ini?
Banyak orang justru terbuai oleh janji dan godaan dunia ini. Mereka mencari harta dan uang berlimpah demi kebanggaan serta kekayaan semu. Bukankah telah terbukti, bahwa kekayaan duniawi ini, justru jadi sarana penghalang manusia untuk melintasi jalan sejati, yaitu jalan menuju kepada kebahagiaan kekal.
Sepenggal Doa Keabadian
Ya Tuhan, Sumber asal dan tujuan hidup manusia! Peliharalah hati kami, agar lebih terpikat pada pengajaran dan kehendak-Mu.
Semoga dalam hidup yang singkat ini, hati kami lebih terpikat dan terikat pada rencana serta kehendak-Mu daripada buaian serta godaan dunia ini. Karena bukankah, Engkau telah bersabda, bahwa “di mana hartamu berada, di situ pula hatimu berada.”
Kediri, 22 Desember 2024

