Berdasarkan hasil observasi kelompok 1, Pak Abidin diberikan kepercayaan untuk mengelola usaha budi daya rumput laut milik Bapak Abu Jalal yang merupakan saudaranya .Beliau membudidayakan beberapa jenis rumput laut diantaranya rumput laut Alga Merah (Rhodophyceae), Alga Coklat (Phaephyceae), Alga hijau biru (Cyanophyceae) lebih tepatnya yaitu Glacilaria sp.. Proses penanaman rumput laut dilakukan dengan memilih bibit yang memiliki kualitas bagus lalu menebarkannya ke tambak seluas 6 hektare sebanyak 6 ton dengan diberikan patok sebanyak 6 buah sehingga per patok diisi oleh 1 ton rumput laut.

Ikan bandeng juga ditebar untuk menjaga kestabilan rumput laut, menurut Pak Abidin dengan menebar ikan bandeng bersamaan dengan rumput laut dapat mencegah adanya lumut batang yang dapat menyebabkan kematian rumput laut. Pak Abidin memberikan 4 kuintal pupuk urea serbuk untuk 6 hektare setelah melewati masa benih rumput laut dan 2 kuintal untuk masa benih rumput laut. Untuk mengantisipasi penyakit biasanya ditaburkan vitamin dengan merek “Trobos” untuk menjaga kesehatan rumput laut sehingga dapat tumbuh dengan baik. Penanganan rumput laut yang dilakukan Pak Abidin yaitu pertama rumput laut dipanen dari tambak kemudian dibersihkan langsung di lokasi saat pengangkatan dengan cara dikibas-kibaskan, selanjutnya rumput laut dikeringkan di atas jaring lubang kecil. Dalam pemanenan rumput laut, Pak Abidin biasanya menyewa pengepul untuk mengeruk rumput laut dengan kisaran berat yang diambil adalah 2 ton. Rumput laut dipanen jika sudah berusia 20 hari. Pak Abidin biasanya memanen rumput laut dengan kisaran 2 ton untuk satu pengepul rumput laut basah kemudian keringkan dengan perbandingan 1:6 kuintal artinya jika 6 kuintal rumput laut basah maka keringnya adalah 1 kuintal. Pak Abidin menjual rumput laut basah seharga Rp. 1.500/Kg dan rumput laut kering Rp. 15.000/Kg. Pak Abidin menyebutkan jika omzet yang didapatkan berkisar Rp. 20.000.000.


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.