Simply da Flores … 1.Hujan Rindu Awal Agustus… Sejak soreAir mata langit mengalir derasTerpaksa aku berteduh di warung kopinikmati pahitnya perjalanan nasibketika sendiri melerai gulita arahdalam kelana mengejar cahaya fajarmelintasi belantara ruang Nusantara Aku seruput hitam kopikuaku jadikan nikmat pahitnya nasibDanderasnya rinduku berlari bersama hujanentah nanti mengalir ke manaentah ada cangkir rindu menadahentah di mana…
Kategori: PUISI
Serpihan Jejak Musyafir – 332
Serpihan Jejak Musyafir – 331
Potret Sanubari Anak-anak Nusantara
Simply da Flores … 1.Wajah lugu sahaja diterpa cahaya fajarberlari bersenda gurau dengan debu tanahLintasi semak dan hutan kampungTelanjang badan dimandikan kolam sungaiBerhamburan di pantai pasir digendong ombakDari Merauke sampai SabangDari Mianggas hingga Rotegenerasi pewaris Merah PutihMerahnya darah keberanian sejatiPutihnya jiwa suci hakikiPenuh rindu damba dan kebanggaanmelihat kibar Sang Saka 79 tahun 2.Kami butuh makan…
Serpihan Jejak Musyafir – 330
Tiang Rindu Menikam Kathulistiwa
Simply da Flores … Para pendiri NKRI membawa bambu runcingmenikam waktu mengusir penjajahtancapkan tiang-tiang harapan di seluruh negeriagar merah putih berkibar di jiwa ragaPutra-putri pewaris bangsa berbedaada yang berkelahi memperebutkan jabatandengan halalkan segala caraentah untuk apa dan siapaTetapiderai air mata membasuh wajah nusa bangsakisah panjang duka lara deritaLalulahirlah bocah-bocah Merah Putihkibarkan bendera proklamasi nasibsebagai gelandangan…
Serpihan Jejak Musyafir – 329
Selamat Datang Pesona Agustus
Simply da Flores … Di pelataran malam hening sepimereka berpelukan mesra tanpa katamerayakan pertemuan dan perpisahanuntuk abadikan di dinamika perubahanAgustus mengantar Juli ke pesisir pantaiuntuk berlayar mengarungi samudralalu Agustus kembali ke puncak gunungmenanti datangnya mentari hari baruPertemuan dan perpisahan seperti dua sisi mata uangdalam dinamika roda perubahan waktu Dari jendela gulita malamkulihat langkah pergi Juli…
Serpihan Jejak Musyafir – 328
Bocah-bocah Merah Putih
Simply da Flores … Panas terik memeluk seperti sahabatkarena jalanan adalah rumah merekaAngin debu malam kelam membelai seperti saudarakarena mereka tidur beralaskan koran dan beratap langitMereka anak-anak gelandangan kotaMereka bocah-bocah di lampu merah MetropolitanAneka alasan beragam kisah nasibmenghadirkan mereka di jalanan dan lampu merah MetropolitanJadi tontonan dan cibiran sesamakarena dicap malas serta menggangu lalu lintasSering…
Serpihan Jejak Musyafir – 327
Senja di Pelataran Monas
Simply da Flores … Riuh ramai kendaraan hilir mudikBanyak yang bergegas pulang sesuai kerjadi trotoar keliling Monas agak sepihanya beberapa yang melintas menuju halte kendaraan umumyang lain sedang berolahragaada berapa yang sedang berposeAngin bertiup lembut menanti malamlangit satu ditutup awan dan polusiMentari senja tak nampakkan wajah seperti biasanya Beberapa pemulung melintas mengais rezekiada juga penjual…
Serpihan Jejak Musyafir – 326
Dari Pelataran Tugu Proklamasi – 2
Simply da Flores … Dalam hening sepi dan sejuknya siang iniSempat kutulis sepenggal doa syukuratas karya Allah menganugerahkan kemerdekaan kepada bangsa IndonesiaSempat aku nyatakan terima kasih kepada para Proklamator dan segenap Pahlawan Kusuma Bangsayang korbankan jiwa raga dan hartademi meraih kemerdekaan bagi bangsa dan lahirnya NKRIDanSaat ngantuk lalu terlelap ditidurkan sejuknya anginAku mendengarkan pesan Sang…







