Oleh Simply da Flores Red-Joss.com | Normalnya setiap hari kita berkomunikasi dengan sesama. Bahasa adalah alat komunikasi, entah lisan maupun tulisan. Kata-kata dipakai dalam bahasa, untuk ungkapan pikiran dan sampaikan keperluan. Ternyata, isi kata-kata itu begitu dasyat, bisa menghidupkan dan mematikan, bisa mengobati dan melukai, bisa menyatukan dan memisahkan, bisa damai dan perang, bisa baik…
Kategori: BUDAYA
Ayat-ayat Musyafir – 26
Lebih dari Sebuah kewajiban
Red-Joss.com | Ghea namanya. Dia adalah salah satu mahasiswi yang paling rajin. Dia dan Andre, asal Padang, hampir selalu hadir satu jam sebelum kelas dimulai (08.00). Siang tadi, usai kelas saya katakan: “Have nice lunch.” Jawabnya: ” Terima kasih, tapi saya puasa, Pak. Kalau bapak enak ya, sudah bebas dari kewajiban berpuasa.” (Gambaran umum, bahwa…
Serpihan Puing Kampung – 65
Belajar Makna Sakral Kematian
Oleh Simply da Flores Red-Joss.com | Sering muncul pertanyaan dalam refleksi, mengapa kematian dan jenazah begitu dihargai? Ada berbagai posesi kematian seorang manusia, begitu kaya dan bervariasi ritual di setiap komunitas adat budaya serta agama dan kepercayaan. Doa dan ritual penguburan menjadi penegasan akan berharganya jazad setiap orang. Juga, kematian itu sakral dan sedemikian bernilai…
Hidup ini Singkat, Kita mau ke Mana?
Red-Joss.com | Pernahkah kita diarahkan atau ditanya oleh orangtua, ke mana tujuan peziarahan hidup kita? Jika belum, jangan menyalahkan atau menyesali hal itu. Bisa jadi orangtua kita tidak tahu jawabnya. Merasa belum waktunya untuk mengarahkan atau bertanya pada kita. Bisa juga agar kita mencari dan menemukan jawaban misteri ilahi, sehingga iman kita makin diteguhkan dan…
Ayat-ayat Musyafir – 25
Peduli dan Menyadari Air untuk Kehidupan
Oleh Simply da Flores Red-Joss.com | Menggunakan air untuk berbagai keperluan setiap hari, sering membuat terbiasa dan lupa berpikir tentang kewajiban peduli dan menjaga kelestariannya. Reaksi spontan biasanya muncul, ketika air yang dibutuhkan bermasalah atau habis. Atas penting air itu, saya tuliskan dalam sebuah sajak berjudul: Senandung Tanya tentang Air Mentari bagikan terik cahayatanpa lelah…
Lelahku Pintu Berkahku
Red-Joss.com | Tak bisa dipungkiri, bahwa banyak saudara-saudari kita yg masih harus mandi keringat berlelah-lelah mengejar nafkah untuk memperoleh berkah demi bertahannya hidup. Dalam suatu perjumpaan yang bernama serasehan saya temui satu fenomena indah, bahwa di antara mereka yang lelahnya sendiri belum juga reda, masih banyak yang rela berlelah-lelah meringankan lelah sesamanya. Sekali lagi, ketika…
Sudah Serba Kedodoran
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK Red-Joss.com | Akhirnya, tidak sepotong pakaian (jubah keagungan) pun yang masih cocok dan pas di tubuh sang manusia tua! Anda dan saya, tentu masih cukup ingat, saat kita masih sangat kecil, waktu didandani ibu. Dibedaki, dikenakan sepatu, dikancingkan bajunya, dan bahkan dilap ingus yang menempel di batang hidung kita. Di…







