Simply da Flores … Wajah kota yang berdebumulutnya yang tengik bau busukdimandikan mantra bunda samudrayang membawa doa ke langit megameminta guyuran air mata angkasa Hujan senja di metropolitanmengantar lelahnya sinar suryaberlangkah tertatih melerai polusiBau tengik ketamakan pun pergidiguyur air mata keringat pedihwarna-warni perjuangan insaniTidak terlihat pesona pelangi Hujan senja di metropolitantampak aneh disertai sinar mentaritetapi…
Kategori: BUDAYA
Serpihan Jejak Musyafir – 241
Serpihan Jejak Musyafir – 240
Bola-bola Dinamika Realitas
Simply da Flores … 1.Pesona Sepakbola Telapak sanubari lincah berlarimengejar bola hasrat jiwa ragamengecoh aneka halangan rintang lawanagar sematkan bintang di dadadengan tepuk sorak penontonyang menutup warna pelangiantara hamparan rumput hijaudan penjaga kotak gawang Bola, sang karet berisi udaradisoraki jutaan bola mata penontondengan kegigihan harus menangdengan tepuk tangan sorak soraidengan teriakan mengatur kaki pemaindengan kemarahan…
Serpihan Jejak Musyafir – 239
Merayakan Hari Pendidikan Nasional
Simply da Flores … 1.Baca Tulis Berhitung Anak-anak generasi diberi warnadikelompokkan dalam ruang waktulalu diajari baca tulis berhitungYang usia dini belajar pelangiyang putih merah belajar menyanyiyang putih biru belajar bermain taliyang putih abu-abu belajar berlariMereka didoakan bisa memetik bintangdan menerjang arus gelombangkarena nenek moyangnya pelaut Mereka membawa huruf dan angkamenulis cita-cita masa depanTumbuh kembang jadi…
Serpihan Jejak Musyafir – 238 Lukisan Pelangi Kematian
Simply da Flores … 1.Tentang Dukacita Laskar air mata berlarimengejar dan merampas jiwayang saatnya pergi tinggalkan ragayang terkubur hilang lenyappada hamparan pasir pantai samudra Yang siang malam hempaskan ombak.dan menyapu kisah ceritapada jejak langkah yang hilangdibawa pergi ke dasar lautandan nanti dikembalikan ke angkasa harapan Dukacita …hanya buih ombak dan pasiryang punya tanya dan jawabanMungkin…
Serpihan Jejak Musyafir -237
Warna-Warni Wajah Puisi
Simply da Flores 1.Hari Puisi Nasional Kata-kata itu samudraAyat-ayat sajak ombak gelombangmenari-nari siang dan malamMenyambut sampah kehidupanyang terus dibuang manusiatermasuk di Indonesia tercintayang membudayakan sampah dan puisi Hari Puisi Nasionalentah untuk apa dan siapaPenyair selalu terlahirseperti pemulungmemungut kata dari samudradiramu jadi santapan pasir pantaiPuisi terus bertambah terciptaentah bertambah atau tidak pembacanyaPuisi seperti sampah di samudraterus…
Tuhan, Izinkan Kami Membuat-Mu Senang
Menang itu keinginan hati sedangkan menyenangkan hati Tuhan itu pilihan. Iseng kemarin saya buka google, saya klik ‘doa menjelang festival atau pertandingan.’ Yang muncul ada begitu banyak tips doa yang ditawarkan, dengan rumusan-rumusan doa yang indah, seperti: doa mujarab, pasti menang, jangan khawatir, … Tetapi pada malam harinya, usai latihan paduan suara, doa penutup yang…
Politik ala Bunglon
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Tidak ada musuh yang abadi, karena yang abadi ituhanya kepentingan.” (Adagium Pragmatis) Hari itu, Jumat, 26/4/2024, dalam kolom Opini, harian Kompas, diturunkan sebuah tulisan berjudul, “Politik Bunglon,” (surat kepada pembaca), oleh Sri Handoko, Tugurejo, Semarang. Seperti biasa, hati ini terenyuh, bahkan sempat berdenyut keras, jika membaca tulisan yang sifatnya sesaat…







