Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap.”
(Amsal 12: 19)
…
| Red–Joss.com | Kebohonganl itu akan menelorkan kebohongan lagi. Kebohongan itu beranak pinak.
Coba bayangkan, jika dalam sedetik, setiap orang mengucapkan sebuah kebohongan. Maka, dunia ini diracuni dengan virus-virus dusta.
Dusta itu milik siapa? Dusta itu, harta karun manusia. Dusta yang diproduksi dari kedalaman ladang sumur hati manusia dan disebarkan lewat lidah beracun demi meracuni kesucian isi dunia.
Apakah kita ingat akan sepenggal kisah indah, โseorang yang berjalan sambil mencabuti bulu-bula ayam?โ Dalam sekejap bulu ayam itu berterbangan dan berserakan ditiup angin.
Kisah dramatis ini mau mendeskripsikan, kebohongan yang kita ucapkan itu, bakal tersebar ke mana-mana dan tak seorang pun sanggup mengendalikannya. Sehingga dampaknya sangat mengerikan, dahsyat, dan beracun.
Kita akan dianggap berbohong, jika membuat statemen yang tidak benar dan bertujuan menipu. Selain menyesatkan, kita telah mengotori kesucian kehidupan di dunia ini.
Saya juga teringat ucapan terkenal dari Menteri Kementerian Pencerahan Publik dan Propaganda Nazi, Yosef Goebbels, bahwa “Kebohongan yang diulang-ulang, lambat laun akan dianggap sebagai sebuah kebenaran.”
Jika yang terjadi memang demikian, sejatinya kita telah membangun sebuah narasi sesat yang sungguh meracuni kesucian kehidupan ini. Berarti, kita telah turut memproduksi virus-virus sampah mematikan. Kita telah membunuh kebenaran itu lewat pedang lidah beracun.
Hari-hari ini, di negeri ini, orang-orang beramai-ramai atas nama kebebasan berbicara sebagai hak demokrasi, yang justru telah turut menyebar dan menyuburkan tumbuhnya virus-virus kebohongan.
Mereka sangat lantang berbicara atas nama golongan dan partai, melontarkan janji dan argumen keji demi menjegal para lawan politik mereka. Jika yang terjadi memang demikian, maka sesungguhnya kita turut membangun menara kepalsuan di atas wajah agung Bunda Pertiwi.
“Katakan benar, jika itu memang benar. Katakan salah, jika itu memang salah. Selebihnya, hanya berasal dari si iblis.”
…
Kediri, 20 Oktober 2023

