| Red-Joss.com | Aku paling takut dengan orang yang sedang marah, senang marah, dan temperamental. Baik dia itu laki-laki atau perempuan, orangtua atau anak muda.
Jika ada orang yang sedang marah, suka marah dan temperamental, maka aku akan menghindari, atau mundur menjauhinya.
Aku jadi tidak tenang, jika ada orang sedang marah, suka marah, dan temperamental. Baik dia itu mempunyai jabatan atau tidak.
Aku akan berpikiran negatif, jika melihat ada orang yang sedang marah, suka marah dan tempramental. Baik dia itu berjubah atau tidak berjubah.
Aku sendiri pernah dimarahi oleh ibuku, guru, formator, dan oleh pimpinanku. Semua membuatku jadi takut, tidak tenang dan terluka. Lama juga hati ini disembuhkan.
Akupun pernah marah kepada orangtuaku, saudara-saudari, teman, dan pimpinanku. Ternyata hal itu membuat diriku merasa bersalah dan berdosa.
Memang, kemarahan telah menghadirkan banyak luka dan kehidupan yang tidak membahagiakan.
Ternyata orang yang suka marah dan temperamental itu ada di sekitar kita.
Undangan baik bagi orang yang sedang marah, senang marah, dan tempramental (karakternya) adalah coba buka pintu hati sebelahnya yang berisi kelembutan itu. Rasakan sentuhan kelembutannya!
Nah, tentu jauh berbeda, bahkan bertolak belakang. Antara yang panas membakar dan lembut sejuk mendinginkan hati.
Sesungguhnya, aku, kamu, dan kita mempunyai kelembutan di kedalaman hati itu.
Aku yakin seyakinnya, dengan kelembutan itu, kebiasaan kita yang senang marah dan temperamental bakal bisa dikendalikan.
Buang amarahmu itu, jadilah lemah lembut. Hati untuk saling mengasihi.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

