| Red-Joss.com | Setelah tiga hari tergeletak di garasi rumah akhirnya nangka kiriman Ibu itu kukupas juga.
Wangi khas nangka itu semerbak tercium, ketika kubuka dan kudapati nangka itu penuh dengan bulatan-bulatan isi yang berwarna kuning.
Apakah nangka itu ibarat buah kehidupanku? Tiba-tiba terbersit pertanyaan itu, ketika aku membersihkan buah itu, lalu memasukkan ke dalam mangkuk.
Jika hidupku sungguh berbuah, lalu siapa yang menikmati buah pohon kehidupanku? Apakah buah itu juga menyebarkan aroma wangi ?
Sebelum pertanyaan pertama sempat kucari jawabnya, pertanyaan yang lain seakan datang mengejar.
Ingatanku lalu melayang pada sebuah pesan sederhana Socrates yang pernah kudengar: “Hidup yang tidak direnungkan adalah hidup yang tidak layak dihidupi.”
Layaknya obrolan dengan seorang sahabat, pagi ini buah nangka itu mengingatkanku melalui semerbak wangi dan kelezatan buahnya untuk direnungkan kembali seperti apakah cerita pohon kehidupanku.
Hidup itu bermakna, karena kita milik-Nya.
…
Herry Wibowo

