“Bekerja keras itu kewajiban dan tanggung jawab pekerja. Sedang bonus itu anugerah Tuhan.” – Mas Redjo
…
Tidak sebaliknya. Jika bekerja keras demi bonus itu suloyo. Ketika kita telah merasa mati-matian bekerja, tapi tidak memperoleh bonus, kita jadi kecewa, nglokro, dan malas.
Begitu pula, bagi kita yang bekerja di ladang Tuhan. Apakah bekerja demi upah atau agar bisnis kita jadi lancar dan berkembang maju?
Saatnya kita berefleksi diri agar kita jadi bijaksana dan rendah hati.
Tidak seharusnya pamrih. Apalagi pada Tuhan Yesus yang telah menebus dosa dan menyelamatkan kita dari kuasa maut.
Kita seharusnya merasa bangga dan terhormat, karena dipilih-Nya (Yoh 15: 16-17). Tujuannya agar kita berbuah dalam kelimpahan kasih-Nya.
Tuhan Yesus tidak pernah salah pilih, dan kita jangan mengewakan, menjauhi, apalagi meninggalkan-Nya.
“Taat dan setia pada Tuhan,” itu harga mati yang harus dihidupi untuk meneladani-Nya dengan komitmen, konsisten, dan ikhlas.
Apa pun pekerjaan dan profesi kita, jangan ragu untuk menanggapi pilihan Tuhan, karena diutus-Nya.
Jangan takut dengan bayangan dan pikiran kita sendiri. Kuncinya adalah, kita diminta untuk berani memberikan yang terbaik dari hidup ini bagi kemuliaan Tuhan.
Ingat dan hidupi janji ketaatan dan kesetiaan dalam keseharian kita, “ Carilah Kerajaan Allah dan kebenarannya, agar kita tidak kaget saat memperoleh bonus-Nya.”
Ketika diutus-Nya, kita tidak menunda, membantah, mengeluh, atau komplain. Kecuali menjawab dengan takzim: ya dan amin.
Taat, karena kita percaya dan mengimani-Nya. Tuhan senantiasa memberi kita yang terbaik.
…
Mas Redjo

