“You can be right, but wrong at the top of voice.” – Rio, Scj.
…
Pagi ini ada kata-kata bagus yang saya baca dalam sebuah buku:
“You can be right, but wrong at the top of your voice.”
Betul sekali. Meski yang kita katakan itu benar, tapi karena nada bicara jadi salah. Sering maksud kita benar, tapi disampaikan lewat WA dan telepon dengan kalimat yang singkat, sehingga jadi salah. Kebanyakan dari kita mempunyai pengalaman ini. Semua dari cara dan nada bicara kita.
Realita benar disampaikan dengan cara yang tidak benar bisa salah. Maksud benar dan baik, tapi karena nada yang tinggi akhirnya salah. “Khan udah saya kasih tahu jangan lewat sini lho … Malah ambil juga.” Kalimat dan maksud benar, jadi salah karena nada kita tinggi. “Taruh kunci itu yang bener, nanti terselip jadi susah.” Bener sih memberi tahu. Karena nada tinggi jadi salah.
Kadang pula maksudnya baik, dan disampaikan juga dengan baik, tetap saja salah juga ada bahkan sering. Prasangka kita yang harus dibenahi. Sikap kita yang harus diperbaiki. Etika kita yang perlu dijaga. Tuhan juga sering mengalami. Semua maksud dan kehendak Tuhan itu baik, suci, dan kudus. Tapi kenapa kita sering salah persepsi. Cara Tuhan juga baik, tapi kadang kita menangkap tidak baik.
Mari merenung dan memperbaiki diri dalam relasi dan berkomunikasi agar semua jadi baik.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

