Tajamnya kata-kata yang memiliki irama sopran, alto, tenor dan bass itu memang indah, jika diharmonikan dalam kelompok koor atau paduan suara. Sebaliknya, jika kata-kata itu tidak diharmonikan, maka jadi tidak nyaman untuk didengarkan.
Apalagi, jika kata-kata itu mengikuti suasana hati, wow, bisa dilihat yang dihasilkannya.
Buktinya, ketika kita sedang marah. Kata-kata apa yang biasanya diekspresikan? Atau lihat saja, ketika kita sedang depresi, kata-kata apa yang biasanya terungkap?
Dalam Injil, Raja Herodes dengan kata-katanya yang tidak bijaksana dan tidak dipertimbangkan dengan baik, dia memerintahkan untuk membunuh Yohanes Pembaptis. Ada motif terpendam di hatinya, tapi juga dia tidak mendidik suara hatinya dengan baik.
Sahabat, berhati-hatilah dalam berkata-kata. Jangan sampai kata-kata itu jadi liar, karena kita tidak bijaksana dan tidak mendidik suara hati dengan baik.
Kata-kata itu bisa sangat tajam, dan bisa sangat lembut, semua itu terkoneksi dengan suasana hati kita.
Dipertimbangkan juga siapa yang membaca dan mendengarkan kata-kata kita. Karena dari kata-kata itu, mereka bisa menilai pribadi kita.
Jadilah bijak dan rendah hati!
Rm. Petrus Santoso SCJ

