Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Deus Caritas Est”
(Ensiklik pertama Paus Benediktus XVI)
…
| Red-Joss.com | CINTA! Ya, tentang cinta, sebuah misteri paling agung dari Tuhan untuk kita manusia. Seluruh eksistensi kemanusiaan kita tidak terpisah dari sayap-sayap sang cinta.
Mari bicara tentang sebuah misteri terbesar di atas bumi, cinta!
“Bicaralah untuk kami tentang cinta.”
Dari abad ke abad, sang manusia pun bertanya tentang makna cinta. Mengapa? Apa definisi dari cinta?
Secara biblis, kita mendengar kata โcintaโ itu justru dari mulut Rasul Yohanes. Dia yang paling dekat dengan Sang Guru Agung kita. “Allah adalah cinta!” (Deus Caritas Est).
Ya, cinta itu milik kita. Kita hidup, bergerak, dan selalu ada karena cinta. Sejatinya, cinta itu sesuatu yang tidak asing bagi kita.
Di dalam bahasa Yunani, terdapat tiga buah kata untuk mengungkapkan cinta, yakni โeros, philia, dan agapeโ.
Cinta yang berlandaskan pada nafsu seksual atau birahi, disebut โerosโ. Orang memandang sesamanya sebagai objek pemuas nafsu.
Sesama manusia, bahkan tidak dipandang sebagai subjek atau person, melainkan sebagai objek. Sejatinya, cinta eros itu cinta egois, karena terarah kepada diri sendiri.
โPhiliaโ. Cinta model ini disebut juga cinta persahabatan. Model cinta yang bersifat relasional. Orang lain adalah pribadi yang sungguh unik dan berkualitas. Dia memandang sesama sebagai sahabat yang penuh pengertian, lembut, perkasa, baik, cantik, ganteng,โฆ
Cinta philia bisa terarah kepada pria atau wanita; tidak dibatasi jenis kelamin tertentu.
โAgapeโ. Inilah model cinta paling tinggi. Orang menyebutnya cinta kesempurnaan, bahkan cinta Tuhan. Cinta agape tidak lagi memandang kualitas dalam diri sesama, melainkan memandang orang lain itu sebagai bagian dari dirinya sendiri.
Ada ungkapan menarik dari filsuf Perancis, Gabriel Marsel, โAkuโ dan โEngkauโ adalah โKitaโ. Maka, jika dijabarkan, โAkuโ melihat โdirikuโ di dalam โdirimuโ dan โAkuโ menemukan โEngkauโ di dalam โdirikuโ.
Maka di dalam model cinta agape, orang justru rela untuk menderita dan bahkan mau berkorban bagi orang lain. Karena esensinya adalah, “engkau bagian dari aku, dan aku bagian dari engkau.” Maka, sifat cinta agape itu terarah dan terbuka kepada pribadi yang dicintai.
Dalam hal ini, cinta agape sudah melampaui segala hal (cantik, ganteng, kaya, miskin, tua, muda, suku bangsa, ras, agama). Semua aspek perbedaan ini, sudah tidak dipandang lagi.
Sesungguhnya, ketiga jenis cinta ini berada di dalam diri setiap pribadi. Hanya, memang terdapat perbedaan. Ada pribadi yang sangat menonjol di dalam cinta eros daripada cinta philia. Ada juga pribadi yang lebih menonjol dalam cinta philia daripada cinta agape atau pun cinta eros.
Bicara tentang cinta, kita diajak merefleksikan hidup dan diri kita. Apakah kita hanya berada pada jenis cinta eros? Atau hanya pada taraf cinta philia?
Semoga refleksi cinta yang mendalam tentang nilai-nilai kehidupan dan kemanusiaan ini, makin memampukan kita menjadi seorang manusia sejati yang sanggup meningkatkan kualitas diri di dalam cinta dan mencintai.
…
Kediri, 11ย Septemberย 2023

