“Be careful of your thoughts and words.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Hidup itu memang tidak seindah kata-kata, tapi berhati-hatilah dengan tutur kata. Dari kata lahirlah sikap percaya. Jadikan kata-kata itu menjadi berkat dan membawa berkat.
Ingatlah dua hal ini:
Pertama: “Take care of your thoughts, when you are alone.” Meski sendiri, kadang kita sibuk. Sibuk menyalahkan diri. Sibuk membanding-bandingkan, mencari kesalahan, dan mencari pembenaran. Berhati-hatilah dengan pikiran. Karena pikiran negatif itu mudah menyakiti perasaan orang lain
Kesendirian adalah saat untuk menimbang, menentukan pilihan, dan keputusan. Saat mencari kehendak Tuhan, bukan untuk membenarkan dan mencari kesalahan. Saat pembelajaran bukan membandingkan. Saat koreksi dan refleksi diri, bukan merencanakan membalas sakit hati.
Kedua: “Take care of your word, when you are with people.” Kadang tanpa sadar kita berkomentar. Kritikan dan cacian terlontar. Itulah kenapa, Tuhan memberi kita satu mulut dan dua telinga. Maksudnya, agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara.
Tutur kata yang menyejukkan akan berbuah kedamaian. Tutur kata yang lembut dan penuh kasih berbuah penghargaan. Kita memanusiakan sesama tidak untuk merendahkan. Karena umpatan, kritikan, dan cacian hanya akan menebar kebencian. Tujuannya agar kita menjaga perkataan, ketika sedang bersama orang-orang.
Sesungguhnya pikiran dan perkataan itu senjata paling berbahaya. Karena mudah menimbulkan pemikiran negatif dan melukai perasaan orang lain.
Selalu menjaga perilaku, dan jadilah rendah hati.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

