Luk. 4: 14-22
“Memang bau busuk itu pasti tercium, tapi alangkah bijaknya, jika cukup engkau yang menciumnya dan tidak membuat sesak hidung orang lain. Hanya mengatakan, bahwa lawanlah kecenderungan manusiawi mu untuk jadi corong penyebar kekurangan, bahkan dosa teman-temanmu. Sebaliknya, jadilah penyebar dan pewarta kabar baik dan sukacita bagi sesama di sekitarmu.”
Yesus memproklamirkan Diri-Nya sebagai pewarta kabar baik, karena Ia telah diurapi oleh Bapa seperti tertulis dalam Injil hari ini: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku” (ayat 18).
Pelajaran penting bagi kita hari ini adalah:
1) Ingatlah, bahwa engkau telah menerima kabar baik surgawi, yakni Yesus sendiri;
2) Jadikan dirimu pembawa dan pewarta kabar baik bagi sesamamu;
3) Jangan biarkan mulutmu menceritakan kejelekan, keburukan bahkan dosa-dosa sesamamu kepada orang lain;
4) Dekatkan dirimu dengan Tuhan sebagai syarat untuk jadi pembawa dan pewarta kabar baik.
Jika Anda memelihara Roh Kudus di dalam diri dan hatimu, maka engkau sungguh-sungguh jadi pembawa kabar sukacita kepada sesamamu.
…
Monsignor RD Inno Ngutra

