Banyak orang beranggapan, bahwa berusaha dan berjuang itu tidak jauh berbeda, kalaupun ada itu bedanya tipis. Banyak di antara kita yang terjebak dalam kedangkalan makna. Padahal tidak demikian, arti ‘berusaha’ dan ‘berjuang’ itu bagai bumi dan langit.
Berusaha itu kita sekadar ingin mencoba melakukan suatu hal; dilakukan sekali-dua, atau beberapa kali untuk mencapai suatu tujuan. Jika gagal, lalu menyerah dan stop.
Berbeda dengan arti berjuang yang tidak cukup sekali dua dilakukan, tapi berulang kali, terus menerus, dan tidak mengenal kata menyerah. Bahkan nyawa ini jadi taruhannya. Ia akan berjuang sampai titik darah penghabisan agar mencapai ‘finish’, dan berhasil.
Dalam hidup keseharian, jatuh bangun itu merupakan hal biasa. Kita melakukan semua itu sekadar berusaha, atau kita berjuang dengan kesungguhan hati, tanpa kenal menyerah dan penuh tanggung jawab.
Apakah kita berjuang dalam:
- Mendidik dan menyekolahkan anak yang biayanya makin tidak murah itu.
- Mempertahankan keutuhan keluarga di tengah terpaan badai dan goncangan yang datang bertubi-tubi.
- Mencari rezeki dan tambahan penghasilan di tengah makin kompetitifnya persaingan di dunia kerja dan usaha.
- Membahagiakan orangtua, meski seolah tidak pernah dihargai dan sia-sia.
- Menerima, memahami kelebihan dan kekurangan pasangan, karena saling mencintai dan mengasihi.
- Melawan penyakit dan mencari kesembuhan agar sehat jasmani dan rohani.
Silakan ditambahi sendiri semangat perjuangan untuk memberikan yang terbaik dari hidup ini agar ‘urip kuwi urup’.
Disadari atau tidak, sejatinya kita ini adalah seorang pejuang yang pantang menyerah dan tangguh. “You are the real fighter!”
Teruslah berjuang untuk memberi yang terbaik bagi keluarga, karena perjuangan itu tidak pernah mengkhianati hasil.
Salam sejahtera dan bahagia!
NN

