“Start small but become big at the end. We do not notice the growth with our naked eyes.”
Banyak orang tidak menyangka, bahwa saya dan kamu jadi seperti sekarang ini.
Kita tidak menyangka, bisa kenal satu sama lain. Semuanya itu sudah diatur oleh Tuhan, bahwa kita bisa berkomunikasi, berhubungan, dan telah jadi sahabat dalam Keluarga Allah yang besar ini.
Makin menyelami perjalanan hidup ini, kita melihat kian banyak hal yang tidak disangka-sangka: yang positif maupun negatif. Semoga perubahan kita mengarah kepada hal-hal yang baik dan positif, tidak sebaliknya.
Ibarat sebuah benih, yang dipunyai sejak semula adalah benih yang baik dan berkualitas. Buktinya saat ini, kita jadi pribadi-pribadi yang luar biasa.
Masih adakah di antara kita yang tidak percaya, bangga, puas dengan diri sendiri, dan mensyukuri anugerah-Nya?
Jika kita melihat kepada yang kurang baik atau negatif, maka pertumbuhan kita jadi terganggu. Coba kita melihat yang ‘lebih’, maka pertumbuhan kita jadi terasa luar biasa; seperti sekarang ini.
Bersyukurlah, karena kita diberi hati yang baik, sehingga mudah berbagi pada sesama.
Bersyukurlah, karena kita diberi hati yang tulus dan iklas, sehingga memudahkan kita untuk saling mengasihi.
Bersyukurlah, karena kita diberi kebijaksanaan, sehingga mampu memilih dan memutuskan yang baik dan benar.
Bersyukurlah, karena kita diberi hati yang takut akan Tuhan, sehingga kita taat dan setia pada kehendak-Nya.
Bersyukurlah, kita mempunyai Yesus, Sang Sabda yang telah jadi manusia dan tinggal di tengah kita untuk senantiasa merasakan kehadiran-Nya setiap hari melalui sabda-Nya.
Sekarang benih kita telah bertumbuh jadi pohon ‘sesawi’ yang rindang. Banyak orang yang datang untuk berteduh, beristirahat, atau melepas lelah.
Sungguh, anugerah Tuhan luar biasa!
Rm. Petrus Santoso SCJ

