“… sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat” (Mat 13: 8).
Sabda Allah bagaikan benih yang telah ditaburkan di hati kita masing-masing. Agar sabda Tuhan dapat berbuah banyak dalam hidup kita, tentu ada proses yang harus dilalui. Seperti tanah yang harus digemburkan, disirami, dan rumput-rumput liar itu harus dicabut agar tidak mengganggu pertumbuhannya.
Demikian juga hati kita, supaya sabda Tuhan dapat bertumbuh dan berbuah, kita harus senantiasa merawatnya dengan meluangkan waktu untuk berdoa, membaca Kitab Suci, menerima sakramen, khususnya Sakramen Ekaristi dan Sakramen Tobat, devosi, dan sebagainya. Semua ini harus dilakukan dengan cinta kepada Tuhan. Buah dari sabda Tuhan tidak hanya dapat dirasakan sendiri, tapi juga berguna bagi sesama.
Mari setiap hari kita merenungkan, menghayati sabda Tuhan yang jadi dasar pertumbuhan iman kita, sehingga dapat jadi berkat bagi sesama dan saksi kasih Allah atas manusia.
Sr. M. Kathleen, P. Karm
Rabu, 23 Juli 2025
Kel 16: 1-5.9-15 Mzm 78: 18-19.23-28 Mat 13: 1-9
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

