“God give us the sacond chance.” – Rio, Scj
…
| Red-Joss.com | Pencil dan penghapus seolah tidak terpisahkan. Bahkan sebagian besar pensil itu dilengkapi dengan penghapus. Karena setiap kali kita menggoreskan mata pensil untuk menulis dan menggambar sering kali kita membuat kesalahan. Lalu penghapus yang menghapus kesalahan itu, sehinggs kita bisa memperbaikinya lagi.
Kesalahan demi kesalahan datang silih berganti. Dosa datang menghampiri hati, mulut, dan perbuatan setiap hari. Banyak kesalahan dan dosa telah kita buat tidak hanya melukai diri, juga orang yang kita sayangi. Bahkan melukai Tuhan sendiri.
Tuhan memberi kita kesempatan: untuk menghapus, mengoreksi dan menulis ulang cerita kita. Luar biasa, meski kita sering salah dan berdosa ternyata Tuhan masih memberi peluang untuk berubah dan memperbaiki diri. Tuhan memberi kesempatan kedua, ketiga, bahkan tak terhingga. Tuhan juga berkenan menghapus, mengampuni, dan memaafkan kesalahan serta dosa kita. Semua itu, karena Tuhan mencintai dan mengasihi kita agar kita bisa menulis ulang sejarah hidup kita.
Orang pintar belajar dari kesalahan dan tidak mengulanginya lagi. Kesalahan dan dosa memang merusak dan melukai sesama dan Tuhan. Karena itu jangan pernah diulangi dan dilakukan lagi. Belajarlah untuk memperbaiki diri dan bertobat. Bila sesama tidak mengampuni, kita mempunyai Tuhan yang selalu mengampuni dan menerima dalam pelukan kasihnya.
Ketika kita membuat kesalahan, kita belajar memperbaikinya untuk jadi baik. Hidup berkenan bagi Tuhan.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

