“Selalu bersyukur untuk melayani sesama tanpa libur adalah dasar keutamaan hidup Kristiani agar kita taat dan setia pada Tuhan.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Menggabungkan nasihat bijak AA dan keutamaan hidup beriman itu sungguh anugerah Tuhan yang luar biasa: dengan bersyukur, kita melayani sesama tanpa libur!
Mengasihi sesama itu tanpa alasan sebagaimana Tuhan mengasihi kita, karena IA adalah kasih.
Mengasihi sesama itu tanpa libur dan tidak kenal pensiun. Bahkan hingga tarikan nafas terakhir, jika kita ingin bahagia.
Jika kita belum atau tidak bahagia, saatnya bertanya bertanya pada diri sendiri, mengapa dan karena apa?
Sederhana dan mudah, karena kita tinggal merunutnya. Asal, kita mau membuka hati untuk bersikap jujur dan rendah hati.
Faktor utama dan pertama adalah, hidup tidak bahagia, karena kita egois dan cinta diri.
Hidup terfokus pada diri sendiri. Kita ingin dikasihi, ketimbang mengasihi. Dihormati, ketimbang menghormati. Diberi, ketimbang memberi, dan seterusnya.
Berbeda hasilnya, bahkan lebih dahsyat, jika kita tidak pasif. Tapi aktif melakukan semua itu. Tidak terkungkung cinta diri bagai katak dalam tempurung. Bahkan kita berani meninggalkan keegoisan dan cinta diri.
Coba amati, rasakan, dan nikmati. Ketika kita memberikan senyuman, sapaan, ide pikiran, atau perhatian kasih pada sesama. Kita ada dan hadir memanusiawikan sesama, karena peduli dan mengasihi.
Lihat wajah-wajah ceria, senyum di bibir, dan ucapan terima kasih nan tulus itu. Hati ini jadi mengharu biru. Bahkan mata kita jadi berkaca-kaca, karena bahagia.
Ketika hidup kita sebagai ungkapan syukur pada Tuhan untuk melayani sesama tanpa libur itu sungguh anugerah-Nya yang luar biasa.
Hidup dalam kasih Tuhan untuk berbuah dalam berkelimpahan-Nya.
…
Mas Redjo

