Perjalanan matahari dari terbit menuju terbenam.
Hidupku dan hidupmu dari bangun pagi menuju tidur malam.
Selama 24 jam, semua kisah, peristiwa dan aktivitas diatur dan dihitung.
Apa pun yang sudah dilewati itu harus disyukuri. Yang belum tercapai untuk dievaluasi. Yang mengecewakan untuk diolah lagi. Sedang hidup yang pengap itu, diusahakan ditata kembali.
Harapan kita adalah menanti pada ‘sunrise’ berikutnya.
Izinkan sinar Matahari itu diganti dengan sinar bulan, bintang, atau cahaya listrik dan lampu.
Dengan seizin semesta, Matahari taat beristirahat.
Sebab, Matahari itu bukan satu-satunya penguasa alam semesta.
Jadi, dengan mengingat, bahwa jumlah penduduk dunia ada 8,09 Milyar (Februari 2024), memang kita bukan yang utama, tetapi langkah apa pun ditentukan oleh kita sendiri.
Jika kita bisa melewati ‘sunrise’ dan ‘sunset’ setiap harinya, maka kita tidak sedih, ketika petang tiba!
Bersyukurlah, karena kita dianugerahi hidup!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

