Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau” (Luk 17: 19).
Bersyukur atas anugerah dan berkat Tuhan dalam kehidupan ini adalah ungkapan iman yang menyelamatkan.
Dalam Injil, kita melihat teladan dan sikap orang yang kusta yang tersungkur penuh syukur dalam menanggapi kasih karunia yang Tuhan Yesus anugerahkan kepadanya. Sikap percaya dan kepasrahan yang ada pada dirinya saat berjumpa dengan Yesus mendatangkan kesembuhan. Bukan saja pada fisiknya, melainkan juga jiwanya. Ia percaya dan yakin, bahwa Yesus sanggup menyembuhkannya, walaupun belum melihat. Sehingga ia menaati perintah Yesus untuk pergi kepada Imam dan akhirnya terjadi kesembuhan.
Tuhan sudah memberikan banyak pertolongan kepada kita. Bagaimana sikap kita dalam hal ini? Sudahkah kita bersyukur untuk hal terkecil, seperti nafas hidup yang diperoleh setiap pagi? Hidup ini adalah kesempatan bagi kita untuk terus menerus bersyukur atas campur tangan Tuhan dalam setiap liku kehidupan kita.
Mari kita senantiasa memiliki hati yang penuh syukur untuk kasih setia Tuhan.
Sr. Salverina, P. Karm
Rabu, 12 November 2025
Keb 6: 1-11 Mzm 82: 3-4.6-7 Luk 17: 11-19
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

