Pernahkah kau mengucapkan sumpah? Misalnya, saat sedang sendirian, lalu berkata demikian, “Tuhan, aku bersumpah untuk rajin berdoa!” Terus, apa yang terjadi? Setelah bersumpah, jadi malas atau jarang berdoa.
Lihat! Itu adalah contoh kecil. Kita harus berati-hati agar tidak mudah mengucapkan sumpah, apalagi asal-asalan. Tepat kata Tuhan Yesus, “Jika iya, katakan iya. Jika tidak, katakan tidak.” Bersumpah sembarangan itu merendahkan nama Tuhan dan membuat orang cenderung berdusta (Matius 5: 33-37).
Belum lagi, banyak contoh di tengah masyarakat kita. Setelah disumpah untuk menduduki jabatan tertentu, gaji ‘gedhe, besar. Tapi faktanya, pejabat itu mengambil uang rakyat alias korupsi. Setelah disumpah, malah semakin pintar korupsinya. Tidak lagi sadar akan dunia akhirat. Yang penting mempunyai gunung materi untuk memuaskan nikmat dunia. Revolusi mental itu tidak cukup di mulut, tapi dihidupi dari hati.
So, ada orang yang berani untuk bersumpah? Siapa takut? Jika sumpah itu untuk kebaikan hidup kita, menguatkan kebenaran, atau untuk tujuan-tujuan yang baik.
Bersumpahlah di hadapan Tuhan, dan sumpah itu harus ditepati. Kita komitmen,konsisten, dan berjuang keras untuk menjalani sumpah yang diucapkannya itu.
Ingat, kita bersumpah itu untuk menjaga kekudusan nama Tuhan. Tujuan sumpah itu menuntun hidup kita agar berkenan di hadapan-Nya.
Tuhan memberkati.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

