“Rejoice in the Lord always” (Phil 4:4).
| Red-Joss.com | Dua hal yang ditakuti dan berbahaya, jika dialami oleh manusia, yaitu pengalaman/ditolak dan kehilangan/kesepian. Kedua pengalaman dasar ini ada di segala level dan pernah dialami oleh semua: dari pengalaman kanak-kanak hingga saat ini. Tapi, apa kita tahu siapa yang bisa menyembuhkan? Jawabnya adalah diri sendiri.
Di dalam diri kita ada obat yang mujarab untuk menyembuhkan luka, rasa sakit itu yang diakibatkan oleh pengalaman/ditolak dan kehilangan/kesepian itu. Bayangkan orang yang ditolak dan kehilangan itu bisa marah, menutup diri, takut, cemas, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Hari-harinya serasa dipenuhi dengan ketidak-bahagiaan. Sukacita dan kegembiraan tidak pernah hadir di dalam dirinya. Dia merasa tidak ada obat lagi yang bisa menyembuhkannya. Dia lupa, bahwa obat penyembuh itu sebenarnya ada pada dirinya, tetapi tidak pernah digunakannya.
Kita memasuki Minggu Adven Ke-3, diberikan kepada kita ‘The Candle of Joy’ – Lilin Sukacita. Diperlukan satu lagi cahaya bagi kita untuk mempersiapkan seorang pribadi yang akan memberikan sukacita yang penuh kepada kita. Pada saat persiapan dan di hari kedatangan-Nya, seperti yang Santo Paulus ungkapkan, “Have no anxiety at all, but in everything, by prayer and petition, with thanksgiving, make your request known in God” (Phil 4: 5).
Dalam Minggu Sukacita ini kita diajak berjalan dengan “JOY”.
“J” itu melambangkan (J) Yesus. Jika kita menginginkan sukacita, Yesus harus didahulukan.
“O” itu singkatan (others) dari yang lain. Kami mencintai keluarga kami, teman-teman kami)
“Y” itu singkatan dari (you) Anda. Anda harus selalu bersukacita di dalam Tuhan.
Bahkan ada juga yang berani dan percaya diri mengatakan bahwa, “Joy is the sacred of the Christians.”
Ungkapan yang sangat tepat. Sebab, Yesus telah menebus kita. Itulah sebabnya mengapa kita bergembira selalu di dalam Tuhan. Amin.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

