“Separah dan seburuk apapun keadaan yang ada dalam diri kita, kita juga harus bisa berguna bagi sesama.”
…
| Red-Joss.com | Seperti halnya sikap saling menghargai, ‘kekurangan’ dapat diatasi dengan baik oleh kelebihan yang dimiliki orang lain. Contoh sikap saling melengkapi itu digambarkan pada seorang suami yang tunanetra (Cao) dan istri yang lumpuh (Xu).
Kisah Ini ada di Situs http://style.tribunnews.com/ dengan Judul: Istrinya Lumpuh, Sang Suami Pun Tunanetra, Lihat Cara Mereka Mencari Nafkah Bikin Banjir Air Mata
Kendati mereka kekurangan, mereka sepakat untuk hidup semati sebagai pasangan. Xu memberikan matanya untuk Cao suaminya dan Cao memberikan tubuhnya untuk menggendong istrinya, ketika pergi dan pulang dari ladang.
Sangat jelas mereka saling tergantung. Demi suaminya yang buta, tak mungkin Xu memberikan informasi yang salah atau menyesatkan. Jika hal itu dilakukan, dia tahu bencana akibatnya.
Setiap dari kita itu tak ada yang sempurna. Maka, ketika salah satu merasa di atas angin, gunakanlah untuk kebaikan bersama. Jika tidak, akibatnya bisa bencana.
Hendaklah kita semua saling menolong untuk meringankan beban saudara-saudari yang mengalami kelemahan atau kesusahan. Dengan begitu kita menaati Hukum Kasih yang Tuhan berikan. (Galatia 6:2)
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

