“Deus Illuminatio mea.”
| Red-Joss.com | Berapa pun usia kita, seberapa hebatnya kita, apa pun pencapaian kita, bahkan tidak peduli apa status sosial kita. Ada saat di mana kita akan merasa rapuh. Kadang kita merasa mampu, kadang ada saatnya kita merasa ragu. Kita merasa orang di sekiling kita begitu mencintai kita. Tapi ada saatnya mereka menghujat, merendahkan dan membenci kita.
Kadang kita merasa bisa, tapi kadang ada saatnya kita merasa seperti orang yang paling gagal sedunia.
Perasaan itu wajar, hidup akan selalu memberi kita warna dan perasaan yang berbeda-beda. Ada saatnya kita ragu, terutama ketika kita sedang melangkah maju dan bertumbuh. Kadang kita ragu saat berhadapan dengan situasi baru, lingkungan baru, pekerjaan baru, tanggungjawab baru. Sepertinya kita merasa sudah cukup sampai di sini.
Musuh terbesar yang bisa menghancurkan kita adalah diri kita sendiri. Bila musuh itu bisa kita kalahkan, maka tak ada serangan dari manapun yang tidak bisa kita taklukan. Ada dua hal yang harus kita hadapi, harus kita lawan, dan harus kita kalahkan. Dua hal itu adalah rasa takut dan rasa tidak mampu.
Rasa takut yang membatasi potensi diri, ragu, tidak mampu, tidak layak. Itulah yang menghalangi kita untuk menjadi versi terbaik diri kita seutuhnya. Sebuah kutipan sederhana dari Marriane Williamson ‘Return to love’. Ketakutan terbesar kita bukanlah karena kita tidak mampu, tapi ketakutan terbesar kita adalah karena kita sangatlah mampu.
Yang ditakuti cahaya itu bukan kegelapan, tapi kegelapan sirna oleh cahaya. Mengambil peran kecil dengan cinta dan kasih yang besar akan berguna bagi dunia. Kita diciptakan Tuhan untuk bersinar. Kita dilahirkan untuk mewujudkan kemuliaan Tuhan. Bila kita bisa memancarkan sinar diri kita sendiri, secara tak sadar kita akan membebaskan orang lain dari kegelapan. Ketika kita tulus dan terlepas dari ketakutan, kehadiran kita seketika akan membebaskan ketakutan orang lain juga. Jadi jangan takut untuk bersinar, takut untuk menjadi besar, dan jangan sembunyikan talentamu. Karena semua itu akan menjadi berkat bagi sesama dan mendatangkan berkat bagi kita.
“Tuhan adalah cahayaku.”
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

