“Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga” (Mat 24: 44).
Ada seorang Pastor pernah ditanya oleh seorang umat: “Pastor, apa yang akan Anda buat, sekiranya Anda tahu, bahwa besok akan meninggal?”
Pastor itu menjawab: “Sesudah misa dan sarapan pagi saya akan mengajar. Siangnya sesudah makan saya akan istirahat.”
Umat itu bertanya dengan heran: “Tetapi, bukankah itu yang biasa Pastor lakukan?”
“Ya, mengapa harus lain?” jawab Pastor. Pastor selalu siap siaga dalam hidupnya. Kapan pun Tuhan memanggil dan meminta pertanggungjawaban, ia siap. Ia tidak perlu panik mempersiapkan sesuatu.
Demikianlah hendaknya kita senantiasa bersiap siaga menyambut kedatangan dan pengadilan Tuhan. Namun kesiap-siagaan kita bukan merupakan tanda ketakutan, melainkan suatu bukti kerelaan untuk menerima dan menyambut-Nya. Tuhan datang pada setiap peristiwa hidup kita untuk menyapa, menegur, dan memperingatkan kita. Ia datang dalam peristiwa-peristiwa yang paling sederhana dalam hidup kita, asal kita peka, untuk mendengar sapaan dan menerima kedatangan-Nya.
“Tuhan, semoga aku senantiasa siap siaga untuk menyambut kedatangan-Mu dalam setiap peristiwa hidupku. Amin.”
Fr. Dionysius, CSE
Minggu, 30 November 2025
Hari Minggu Adven I
Yes 2: 1-5 Mzm 122: 1-2.4-9 Rm 13: 11-14; Mat 24: 37-44
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

