| Red-Joss.com | Penyerahan diri yang total ini bisa kita rasakan saat kita berdoa.
Ini tanda-tandanya: saat berdoa, fokus kepada Allah yang kita sembah (siapkan hati, pikiran dan intensi yang hendak diungkapkan). Setelah fokus, mulailah kita berkomunikasi dengan Tuhan, dari hati ke hati dan dengan ungkapan kata-kata, baik terucapkan maupun tidak (buka dulu dengan ungkapan syukur atas anugerah kehidupan dan berkat yang telah diberikan. Bisa juga mohon ampun atas kesalahan dan dosa yang dibuat. Suasana hati dan pikiran harus bersih).
Setelah fokus, kita membangun relasi-komunikasi dengan Tuhan. Hantar pikiran dan hati ini pada penyerahan diri yang total.
Pada momen ini, kita akan terasa sekali dituntun oleh Tuhan, atau sering disebut Roh Kudus hadir: terasa dalam kedamaian di hati dan ketenangan di pikiran.
Jika sudah sampai pada suasana ini, nikmatilah kebersatuanmu.
Biasanya waktunya terasa begitu cepat. Kita selalu rindu, tapi harus diakhiri, karena kita harus meneruskan aktivitas lain. Cukup antara 30-45 menit.
Akhirnya, percaya kepada Tuhan, bagaimana Dia mengatur selanjutnya hidup kita. Penting untuk ditanamkan dalam keimanan kita: “Dia selalu punya rancangan yang terbaik dan yang kita butuhkan.”
Dia mengatur dengan sempurna. Catatan: banyak di antara kita yang tidak sabar, lalu malah marah kepada Tuhan. Ini berarti kita tidak menyerahkan hidup secara total.
Kita menuntùt dan menuntut kepada Tuhan. Sebenarnya, kita ini siapa?
Selamat menikmati dan merasakan berelasi dengan Tuhan dalam penyerahan diri yang total.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

