Sejak dalam kandungan Ibu hingga akhirnya kembali ke dalam pelukan Ibu Pertiwi, kita sesungguhnya membutuhkan Tuhan dan sesama. Yesus berkata, “Akulah pokok anggur dan kamulah carang-carangnya. Siapa yang tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”
Hal itu berarti, bahwa hidup kita hanya bisa berbuah, jika kita memusatkannya pada Yesus. Dialah sumber segala kebenaran dan kebaikan. Sebagai pokok anggur, Yesus selalu mengalirkan rahmat kebaikan-Nya kepada kita, carang-carang-Nya. Selain bergantung sepenuhnya pada Yesus, dalam hidup ini, kita pun membutuhkan bantuan sesama.
Hidup dan pelayanan kita akan kehilangan makna serta tidak akan menghasilkan buah, jika dilakukan tanpa persatuan dengan Yesus. Sebaliknya, bersatu dengan Yesus dan senantiasa menyertakan Dia dalam seluruh hidup kita adalah sikap iman yang akan membuka pintu lebar-lebar bagi kasih karunia dan rahmat Tuhan mengalir dalam diri kita serta menyempurnakan karya kita. Hidup dan pelayanan kita tidak akan berbuah jika kita tidak bersatu dengan Yesus, Sang Pokok Anggur. Selama kita senantiasa bersatu dengan-Nya, kita akan menghasilkan banyak buah dalam kehidupan kita sehari-hari.
Maukah kita untuk senantiasa bersatu dengan Yesus?
“Ya Yesus, semoga kami selalu bersatu dengan Engkau, Sang Pokok Anggur Sejati. Mampukan kami jadi carang yang berbuah lebat dalam karya dan pelayanan kami sehari-hari. Amin.”
Ziarah Batin

