Di beberapa kesempatan, khususnya saat mengambil bagian dalam persekutuan doa, saya sering mendengarkan kesaksian dari banyak sahabat yang mengalami pertobatan, pembaharuan diri, dan hidup baru. Pengalaman itu telah menghantar mereka sampai pada pengalaman akan kasih Allah yang amat mendalam.
Pengalaman dikasihi Allah itu yang mendorong mereka untuk bersaksi dan membagikannya kepada yang lain. Pengalaman akan kasih Allah itu jadi dasar untuk pengalaman-pengalaman kita yang lain.
Maka, beranilah masuk lebih dalam untuk terus mengalami pengalaman kasih Allah. Caranya?
- Pagi hari, saat bangun pagi, segeralah berdoa. Sebut nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus dengan penuh damai, bahagia, dan bangga.
- Saat memulai pekerjaan dan karya pelayanan, mohonlah penyertaan Tuhan. Jadikan setiap perjumpaan, tugas-tugas harian, dan kepercayaan yang diberikan itu jadi kesempatan yang amat baik dan berharga untuk dibagikan pada sesama.
- Malam hari, saat hendak istirahat, tidak lupa berdoa. Dengan lebih dulu membaca Kitab Suci yang semuanya itu berkisah tentang pengalaman kasih Allah untuk hari berikutnya. Begitulah cara kita untuk masuk, mengalami, dan akhirnya membagikan pengalaman kasih Allah.
Dengan cara demikian, bersama dengan Bapa, Putera, dan Roh Kudus, kita tidak hanya membaca dan mendengarkan, tapi juga telah mengalami dan membagikan kasih Allah. Segeralah untuk diwartakan, sehingga ada hati yang tersentuh, tertangkap, dan digerakkan.
Jika kita sudah mengambil bagian dalam pewartaan karya keselamatan Allah, izinkan untuk selanjutnya Allah sendiri yang akan menyempurnakan pekerjaan, pelayanan, dan kesaksian kita. Yang penting, ikutilah jalan ketaatan Yesus kepada Bapa-Nya, juga dalam konsistensi pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan-Nya, selalu merujuk kepada Bapa, yang telah mengutus-Nya.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

