Bapa Suci, mungkin saya tidak dapat hadir melayat atau Misa Requiem… Refleksi sederhana ini saya tulis sebagai ucapan terima kasih untuk Yang Mulia, karena telah menjadi ‘teladan hidup bersahaja dan total’ bagi dunia.
Bagi saya, Bapa Paus Fransiskus itu adalah ‘pribadi selaras’ yang sempurna. Mottonya: ‘Miserando atque eligendo’ artinya hidup bersahaja sebagai pilihan.
Sikap bersahaja itu tampak dalam senyum damai dan tatapan mata beliau yang selalu memancarkan persaudaraan kasih, keterbukaan, kejujuran, dan harapan yang sangat khas.
Sikap lahir itu sebagai ekspresi dari ‘the inner side’, hidupnya yang sederhana, peduli kepada siapa pun yang miskin, tertindas, korban kekerasan, korban konflik, perang, ketidakadilan, bahkan kerusakan alam.
Tidak ada kepalsuan, yang nampak adalah wujud keaslian batinnya. Itulah kekuatan beliau. “Man of honesty.”
Sulit mencontohnya.
Salam sehat.
Jlitheng

