“Sertai, dampingi, dan terangi jiwa ini dengan Roh Kudus-Mu, karena Engkau andalanku.” -Mas Redjo
…
Sebagai perantauan, saya tahu dan sadar diri, apalagi ikut menumpang di rumah orang itu yang pasti tidak seenak dan senyaman tinggal di rumah sendiri.
Saya sadar dan tahu diri. Hal itu yang membuat saya mudah beradaptasi untuk jadi pribadi yang luwes dan ringan tangan dalam bekerja. Tanpa mengeluh, kecuali ucapan syukur dan menikmatinya.
“Seenak-enaknya tinggal di rumah famili itu ternyata lebih enak dan nyaman, jika saya kos dan mandiri.”
Saya termotivasi, selain tidak mau merepoti famili, saya mau mencari pekerjaan dan fokus jadi penulis. Lalu pikiran ini saya arahkan pada Allah yang jadi andalan hidup saya. Saya ingin mengikuti rencana-Nya!
Ajaib! Aneh, tapi nyata. Ketika saya fokus berpikir untuk kos, tiba-tiba harapan saya ditanggapi Allah. Saya ditawari oleh seorang teman untuk menjaga rumah familinya yang barusan ditinggal pengontraknya yang orang asing itu. Ketimbang rumah itu kosong, saya diminta untuk menempati sementara. Saat ini, rumah itu dijaga tukang kebunnya!
Kemudahan yang dianugerahkan Tuhan adalah cara ajaib-Nya agar saya makin dekat dengan-Nya.
Terbukti, melalui seorang sahabat pula, saya ditawari bekerja di Majalah M. Saya diminta magang untuk jadi penata letak (lay-out) dan menemani meliput jurnalis.
Kemudahan demi kemudahan yang saya peroleh itu makin meneguhkan dan menguatkan iman saya.
Dengan percaya, mengimani, & mengandalkan Allah, hidup ini adalah sumber kemudahan agar kita jadi saluran berkat-Nya!
…
Mas Redjo

