“Menua itu pasti, tapi hidup bahagia itu pilihan dan anugerah Allah.” -Mas Redjo
Coba bertanya pada diri sendiri dan dijawab dengan jujur. Apakah kita bahagia?
Lho?! Tidak harus kaget termehek-mehek. Karena kita sendiri yang dapat merasakan dan menikmati hidup bahagia itu dengan tulus ikhlas.
Bahagia itu tidak muncul lewat tampilan wajah dan perilaku kepura-puraan, berkamuflase, tapi dari hati yang memahami tujuan
dan makna hidup ini.
Hidup bahagia atau tidak itu pilihan. Tapi yang menjalani dan memaknai hidup ini dengan semangat rendah hati adalah bijaksana dan anugerah Allah.
Hidup ini anugerah Allah yang harus “disyukuri, dijalani, dinikmati, dan disenergikan untuk berbagi pada sesama.”
Dengan disyukuri, hidup kita selalu dicukupi Allah. Karena sejatinya hidup kita adalah untuk mengabdi dan melayani-Nya.
Dengan dijalani, hidup kita adalah ungkapan pujian dan syukur kita kepada Allah. Hidup berkenan bagi-Nya.
Dengan dinikmati, hidup kita adalah hikmat Allah agar kita jadi saluran berkat-Nya.
Dengan disinergikan untuk berbagi pada sesama, hidup kita adalah ungkapan belas kasih Allah agar kita saling mengasihi dan bahagia.
“Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta.”
Semoga semua makhluk hidup berbahagia!
Mas Redjo

