| Red-Joss.com | Jika kita belum selesai dengan diri kita, jalannya tidak mudah untuk mempunyai pikiran yang damai. Adanya pikiran yang damai ini dimaksudkan, bahwa ketiga masa, yaitu masa lalu, sekarang, dan yang akan datang tidak meninggalkan ketakutan. Misalnya, kecelakaan atau tragedi yang pernah terjadi itu sudah sembuh atau masih menyisakan luka
Sesungguhnya pikiran yang damai itu kita sendiri yang harus memperjuangkannya. Ketika kita bisa mengolahnya dengan baik, maka dampaknya juga langsung kita rasakan, misalnya adanya pikiran positif dan energi positif. Keduanya memberikan pengaruh yang signifikan bagi perkembangan hidup kita.
Cara yang paling mudah untuk mendapatkan pikiran yang damai adalah kita mempunyai pengalaman yang dikasihi. Tentu kita ingat dengan kata-kata dari Santa Teresa dari Kalkuta, “The most terrible poverty is loneliness and the feeling of being unloved.” Makanya, ketika kita tidak mempunyai pengalaman dikasihi, maka hal ini merambat kemana-mana, salah satunya adalah tidak ada damai dalam pikiran kita. Yang ada setiap hari adalah ketakutan, kecemasan, keraguan, dan perasaan serba salah. Bisa dibayangkan, hidup yang seperti itu: capek!
Selalu pilihlah untuk mempunyai pikiran yang damai, dan rasakan dampaknya selanjutnya. Memandang tiap pribadi pun jadi berbeda: cobalah!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

