Banyak orang yang khawatir dan stress. Apa yang didapatkan, ketika kekhawatiran itu dipelihara? Hidup kita tambah stress dan kian terbebani.
“Janganlah kau khawatir akan hidupmu” (Mat 6: 25).
Itu yang dinasihatkan Yesus pada kita yang sedang khawatir.
Kita diingatkan untuk sadar, bahwa kekhawatiran itu mengganggu kesehatan dan memperpendek kehidupan. Kekhawatiran itu agar dibuang jauh, supaya tubuh, jiwa, dan roh kita sehat.
Sifat khawatir itu banyak macamnya, diantaranya tidak mempunyai uang, pekerjaan, takut tidak mampu mewujudkan harapan, takut gagal, dan banyak lagi. Kita jadi banyak pikiran, khawatir, dan stress.
Yang jelas, kekhawatiran itu telah melemahkan kita. Jika tidak disikapi hati-hati, kekhawatiran itu juga bisa membuat iman kita jadi lemah, loyo, dan terpuruk. Tentunya, jika kekhawatiran itu sudah berlebihan.
Nasihat Yesus agar kita tidak khawatir, tapi dengan hidup baik. Caranya dengan mengandalkan Tuhan. Yesus berkata dengan penuh kuasa agar kita mampu mengatasi kekhawatiran itu. Dia juga memberi contoh agar kita belajar dari kehidupan: dari burung di udara atau indahnya bunga bakung di taman. Semua kehidupan itu dipelihara oleh Tuhan. Apakah kita merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup ini?
Sekarang, gantilah kekhawatiran itu dengan kepercayaan. Jalani hidup kita dengan percaya diri. Apa pun yang dilakukan saat ini, sangat baik untuk kehidupan kita. Karena kekhawatiran yang dipiara itu tidak ada gunanya. Bahkan kita jadi makin stress.
Jangan karena didera kekhawatiran itu kita jadi linglung dan bingung. Kita menjauhi dan meninggalkan Tuhan.
Kita masih sangat membutuhkan Tuhan. Kita juga bukan tipe pribadi yang mudah kehilangan Tuhan. Tapi kita harus makin kuat untuk bergantung dan mengandalkan Tuhan.
Hal ini ditegaskan oleh Yesus, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu” (Mat 6: 33). Hal ini berkaitan dengan doa yang diajarkan oleh Yesus, yaitu Doa Bapa Kami. Bagian pertama menyebut tentang “datanglah Kerajaan-Mu.”
Selain kita mempunyai Allah yang benar, kita juga harus hidup benar dan dalam kebenaran. Dengan bijaksana Yesus mengatakan, “kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” (Mat 6: 34). Kita tidak perlu menambahkan masalah besok pada masalah hari ini.
Mari kita berdoa seperti Daud dalam Kitab Mazmur, “Tuhan adalah gembalaku” (Mazmur 23: 1). Sedang ayat-ayat lain yang mampu menguatkan kita di saat mengalami kekhawatiran: Yehezkiel 34: 31, Yohanes 10: 11, Ulangan 32: 10, Zakharia 2:8.
Selamat menjalani hidup tanpa kekhawatiran dan stress, tapi penuh keoptimisan serta harapan. Karena kita mengandalkan Tuhan. Amin.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

