“Hidup ini harus mempunyai tujuan yang jelas dan pasti agar kita tidak disesatkan oleh keinginan si Jahat.” -Mas Redjo
…
Hidup bertujuan itu dimaksudkan agar pikiran dan hati ini diarahkan untuk fokus merealisasikannya. “Kita berasal dari Allah dan kembali kepada-Nya” adalah dasar pijakan hidup hakiki, yakni bahagia bersama-Nya.
Rumusnya, hidup ini harus memiliki misi untuk membawa kita kembali pada Allah: apa pun bidang dan profesi yang ditekuni itu sebagai ungkapan pujian dan syukur kita atas karunia kasih-Nya.
Syarat utamanya, hidup takut akan Allah!
Orientasi hidup takut akan Allah adalah urat nadi, apa pun misi dari tugas perutusan kita di dunia ini. Untuk disyukuri, dijalani, dan disinergikan pada sesama sebagai “Kabar Gembira” agar mereka menikmati sukacita-Nya.
Sebagai pekerja di ladang Allah, kita dituntut bekerja dengan hati dan ikhlas. Kita tidak mencari popularitas dan keuntungan pribadi, sehingga disesatkan keinginan ego demi kenikmatan dunia. Tapi kita berpegang teguh pada janji setia Allah yang jadi jaminan hidup bahagia!
Dengan hidup bermisi, kita diarahkan untuk fokus pada tujuan akhir hidup di dunia ini. Kita bekerja didasari komitmen, konsisten, dan bertanggung jawab pada Allah yang anugerahi hidup ini.
Sesungguhnya, apa pun peran dan profesi kita, ketika dijalani dengan sepenuh hati, kita makin dekat pada Allah dan sesama.
Misi dan tujuan hidup yang selaras itu harmoni agar kita saling mengasihi dan bahagia.
,,,
Mas Redjo

