“Tak semua diam itu tenang, tak semua tawa itu bahagia.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Seorang laki-laki paruh baya tiba-tiba menjadi pendiam. Tawanya sudah lama tak terlihat. Senyumnya tampak seperti kosong. Saat aku bertanya padanya, “Kenapa?” Ternyata sudah banyak puntung rokok di asbak sebelah tempat tidurnya itu.
Dari banyak puntung rokok itu, aku sadar betapa stresnya dia melawan keributan di dalam kepalanya. Dari situ aku belajar, bahwa tidak ada yang benar-benar tahu keadaan mental seseorang yang sebenarnya. Tidak semua diam itu tenang. Tidak semua tawa itu bahagia.
Hidup itu memang tidak mudah, karena selalu ada persoalan dan masalah. Selalu ada dinamika suka dan duka, tangis dan tawa. Selalu ada gagal dan berhasil. Hidup itu perjalanan. Kadang kita berjumpa dengan tantangan dan jutaan kejutan. Tapi saat kita menjalani dengan sabar dan syukur, hidup akan berwarna dan bahagia.
Ketika tangan dan kaki ini tidak ada tenaga untuk melangkah dan bekerja. Bila tidak ada lagi sahabat atau orang sekitar untuk bersandar. Ingatlah masih ada lutut untuk bersujud pada Tuhan. Percaya, semua akan indah pada waktunya. Tuhan selalu memberi yang terbaik.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

