“Jangan menunggu Godod, karena ia tidak lewat. Begitu pula rezeki itu tidak ditunggui, tapi dicari dan diupayakan agar berkat Tuhan berkelimpahan.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Menunggu itu paling menjemukan, bahkan menyebalkan. Apalagi, jika yang ditunggu itu berkilah ‘otw’, tapi tidak kunjung datang.
Apa pun yang ditunggu tanpa ada kepastian dan kejelasan itu sekadar membuang-buang waktu. Lebih baik ditinggalkan dan dilupakan!
Begitu pula dengan rezeki. Tidak ditunggui dan datang sendiri, tapi harus dicari, diupayakan, dan diperjuangkan agar Tuhan memberkati.
Sama seperti menunggu ide alias ilham untuk ditulis, atau pekerjaan untuk menghasilkan uang. Semua itu harus diupayakan untuk kita ciptakan dan kreasikan. Caranya adalah dengan menggali potensi diri, karena bakat dan talenta yang dianugerahi Tuhan itu luar biasa.
Modal untuk menggali potensi diri itu sederhana dan murah meriah, asal kita tidak bermalas-malasan dalam bekerja dan belajar. Tapi kita dituntut untuk berani mencoba hal-hal baru. Berkreasi dan inovatif agar kita makin produktif.
Kita juga tidak boleh bergantung dan berpuas diri dengan hasil yang dicapai saat ini. Sebaliknya agar terus berinovasi, sehingga potensi kita makin terasah dan berkembang maksimal. Karena kita tidak tahu masa depan dan rencana Tuhan atas hidup kita. Dengan bertekun dalam doa dan berjuang pantang menyerah, dijamin hidup kita makin baik dan masa depan cerah.
Begitu pula, saat saya memutuskan untuk berumah tangga. Menikah. Saya berdoa mohon kepada Tuhan agar dianugerahi gadis yang baik dan mandiri. Gadis yang mau diajak bersinergi untuk berjuang bersama mewujudkan masa depan keluarga nan cerah dan bahagia.
Puji Tuhan. Saya dianugerahi-Nya gadis bersahaja yang menyayangi keluarga dan berlimpah rezeki setiap hari, karena gadis yang jadi Ibu dari anak-anak saya itu mempunyai nama: Sri Rezeki.
…
Mas Redjo

