Orang-orang berkelas lebih suka mendengarkan dengan seksama daripada terburu-buru mengutarakan pendapat mereka sendiri. Usia tua juga tidak selalu tampil berkelas.
Saya mempunyai 4 teman, seusia 73, mereka sungguh berkelas. Saya mengenal mereka dengan sangat baik. Kini mereka masih tegak kokoh melayani umat. Kami dekat, karena pernah bertugas merakit kendaraan baru untuk melayani keluarga, namanya SKK (Seksi Kerasulan Keluarga).
Mereka itu berkelas. Hati-hati berpendapat, sekali berpendapat diyakini dan dijalani sampai akhir. Yang dua bertegur sapa lewat dendangan hati nuraninya untuk Tuhan. Yang dua lagi menyapa umat dengan cara sangat khusus, dengan kata ‘Tubuh Kristus’ untuk umat. Betapa bahagia mereka itu, pada usia senja makin dekat dengan Tuhan.
Teman, teruslah di situ, jangan pensiun. Setidaknya seperti Kaleb (85 th) kita jadi tanda bagi yang muda, bahwa mengabdi Tuhan itu tidak ada akhir.
Salam sehat.
…
Jlitheng

