“You are the special one.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Memang tak mudah hidup di zaman ini, pandemi panjang lalu disusul resesi. Situasi dan keadaan yang tidak pasti itu membuat ciut nyali. Tuntutan dan ekpektasi yang terlalu tinggi pun membuat otak tak dapat berkreasi. Ekonomi terpuruk, makin memperparah keadaan: pendapatan menurun, pengeluaran membengkak, selain untuk jaga kesehatan. Gaji dan rezeki seolah seret seperti air mampet.
Belum lagi komentar dan nyinyiran sana-sini. Beban dan tekanan seolah membuat kaki ini rapuh untuk bertahan. Persaingan yang makin kompetitif membuat hidup kian berat untuk dijalani.
Hidup ini memang tak semudah kata-kata. Antara impian dan realita itu jauh berbeda. Antara yang diharapakan dengan kenyataan itu seperti ada jurang. Tapi sadari, bahwa hidup itu terlalu singkat untuk dijalani dan disia-siakan.
Hidup kita terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja. Mutiara inilah yang seharusnya membuat kita sadar dan bangkit kembali. Bangkit dari kegagalan dan keterpurukan. Bertobat dan tidak larut dalam kesalahan dan dosa masa lalu.
Sesungguhnya kita ini amat berharga. Tidak didasari oleh jutaan followers, tidak pula tabungan dan deposito triliunan, juga kekuasaan, jabatan dan pekerjaan bergengsi. Kita berharga, karena kita ini milik Tuhan. Berharga, karena berkat, penyertaan, dan dicintai Tuhan untuk menikmati janji-Nya akan hidup kekal.
Yakinlah Tuhan yang membuat kita berharga tidak akan memberi batu, ketika kita minta roti dan rejeki. Memberi kesempatan, bila kita melakukan dosa dan kesalahan. Memberi panas dan hujan bagi yang baik dan yang jahat. Memberi berkat dan kekuatan bila beban, cobaan dan kesulitan menghampiri. Bahkan memberi surga kepada kita secara cuma-cuma.
Tuhan tahu dan pasti memberi yang terbaik, meski kita kadang kurang bahkan lupa untuk menyukuri. Dia selalu mengabulkan setiap doa, meski sering kita lupa pada-Nya.
Hidup kita amat berharga untuk dilewatkan dan disia-siakan. Karena kita diciptakan secitra dengan-Nya.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

