Yesus datang ke tempat kita yang paling ‘tak berdaya’ dan bertanya: “Maukah engkau sembuh?”
Allah yang Maharahim, kami datang kepada-Mu seperti orang lumpuh di kolam Betesda. Selama tiga puluh delapan tahun ia terbaring di sana: menunggu, berharap, tapi selalu tertinggal.
Betapa sering kami juga merasa seperti itu. Kelemahan yang terasa tidak berubah, luka lama yang dibawa, atau dosa yang terus diulangi. Kadang kami berpikir, bahwa perubahan itu terlalu sulit.
Hari ini Yesus datang menghampiri. Ia tidak menunggu air kolam bergoncang. Ia hanya berkata: “Bangunlah, angkatlah tilammu, dan berjalanlah.”
Tuhan Yesus, sabda-Mu penuh kuasa. Melalui air Pembaptisan Engkau sudah memulai hidup baru dalam diri kami. Engkau menjadikan kami ciptaan baru, walaupun sering kali kami belum sungguh mengenal-Mu.
Seperti sungai yang mengalir dari Bait Allah dalam penglihatan Yehezkiel, rahmat-Mu terus mengalir membawa kehidupan. Di mana rahmat-Mu mengalir, yang kering jadi subur kembali.
Bapa, tolonglah kami bukan hanya menerima penyembuhan-Mu, melainkan juga meninggalkan dosa yang menahan langkah kami. Ajarlah kami bangkit dan berjalan bersama Yesus.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

