Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
| Red-Joss.com | Tidak terbantahkan lagi, bahwa sang manusia itu ciptaan terluhur. Bahkan diciptakan secitra, segambar, serupa dengan Allah (Imago Dei).
Tulisan ini, saya hadirkan karena naluri kemanusiaan saya yang merasa sungguh tersentuh dan terpanggil untuk meneruskan lagi tulisan Saudara L. Wilardjo, asal Klaseman, Salatiga, Kompas, 2/6/2023 yang berjudul “Dominium Terrae.”
Beliau menyetir tulisan Saudara Hadisudjono Sastrosatomo, berjudul “Tak Tergantikan,” dalam kolom Surat Kepada Redaksi, Kompas, 28/2/2023.
Hadisudjono, mengingatkan, bahwa “kecerdasan memerlukan hal yang lebih utama, yaitu kemanusiaan yang luhur.”
Pada paragraf akhir tulisannya, L. Wilardjo menegaskan lagi, “AI, sangat penting dan sudah sesuai perintah โdominium terraeโ (menguasai bumi), (Genesis 1:28), harus kita kembangkan terus, tapi jangan didewakan sebagai berhala.”
Mengapa saya, selaku penulis sangat tersentuh dan ingin membagikan kembali tulisan ini?
Di zaman milenium ini, teristimewa generasi Z di dunia, pun di negara kita, sudah sangat getol dan bahkan mungkin mendewakan kecanggihan IT.
Kini yang sudah sangat membumi, ialah ramalan, bahwa ke depan, “AI” (artificial intelligence), alias “kecerdasan buatan,” akan sangat mendominasi di semua lini kehidupan.
AI, yang merupakan suatu inovasi di dunia teknologi, ternyata perkembangannya cukup menakjubkan dunia. Bahkan dipikirkan, bahwa ke depan, tugas manusia akan menjadi lebih efisien.
Mengapa? Lewat kecanggihan teknologi AI, manusia akan sangat menghemat tenaga, waktu, bahkan biaya.
Hadisudjono, juga mengutip pendapat Satryo Soemantri Brodjonegoro, Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI). Ia juga mengacu pada fiksi karya Dan Brown, bahwa penguasaan manusia atas iptek dan tata nilai tak tergantikan oleh mesin, secanggih apa pun AI-nya.
Maka, bagi saya, demikian L. Wilardjo, “Kehebatan manusia itu hanya berkat citra Allah (imago dei), yang diwujudkan-Nya dalam penciptaan.โ
Selanjutnya, menurut beliau, “Demikian pula kreativitasnya semata-mata berkat kemurahan-Nya, yang mengizinkan manusia menjadi ko-kreator-Nya.โ
Sebagai penutup dari tulisan ini, saya mau menegaskan, bahwa penggunaan teknologi AI, adalah baik, karena sudah sesuai dengan perkembangan zaman. Juga sangat baik, jika ditinjau dari aspek kepraktisannya.
Tapi teknolog itu bukanlah segala-galanya. Karena sesungguhnya, nilai luhur kemanusiaan itu tidak tergantikan oleh apa pun.
…
Kediri, 6 Juni 2023

