| Red-Joss.com | Suaraku tidak lagi merdu. Nafasku juga sudah tidak lega dan perangaiku pun tak berseri seperti dulu, karena sudah terjepit usia dan lansia. Tapi cintaku padamu tak berubah. Aku ada di sini, aku tidak pergi, dan aku selalu ada.
Yesus berkata kepada para murid-Nya: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.”
“Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.”
“Bawalah ke mari kepada-Ku,” kata Yesus. Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya itu membagi-bagikannya kepada orang banyak.
Seperti pohon pepaya terjepit, Yesus mengajak para murid-Nya tergerak hati pada mereka yang lapar dan susah, baik jasmani atau rohaninya.
Saya pun tergerak dan turut ambil bagian di dalam penderitaan ini dengan berbagi dari buah yang kumiliki. Ibarat pohon Pepaya, tumbuhku terjepit usia, sehingga buahku tak sesegar yang muda, rasaku tak lagi semanis yang dulu. Tapi ingin kusatukan dalam bakul kasih sayang anak muda yang berisi 5 roti kecil dan dua ekor ikan itu, agar diberkati dan jadi berkat bagi orang lain.
Selamat berkarya. Senantiasa sehat dan bahagia.
…
Jlitheng

